5/26/11

Malangnya Bahasa Indonesia

Seorang teman SOTW (Student of The World) yang berasal dari Jepang bertanya kepada saya via Y!M, apa di Indonesia ada tes semacam TOEFL (dalam Bahasa Indonesia)? Pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab, jawabannya tidak. Tapi saya sempat enggan menjawabnya, malu.

Dia lantas melanjutkan, "Bagaimana mungkin? Aku pernah dengar bahwa banyak orang Indonesia yang hebat dalam Bahasa Inggris, mereka yang pernah ikut TOEFL, TOEIC, bla bla bla, rata-rata mendapat skor 500an..." cukup sampai di situ, saya langsung menutup Y!M, saya sudah bisa menebak kelanjutan ucapannya.

Mungkin pertanyaannya sedikit tidak nyambung, dari Bahasa Indonesia nyasar ke Bahasa Inggris. Tapi dari pandangan subjektif saya, saya bisa menangkap maksudnya.

Masyarakat Indonesia terkenal terbuka dengan dunia luar, bahkan bisa dibilang terlalu terbuka. Hingga dalam segi bahasa, sejak TK, bahkan playgrup pun sudah diajarkan Bahasa Inggris. Walaupun pelajaran Bahasa Indonesia lebih mendominasi, namun masyarakat umumnya berpandangan bahwa dengan fasih berbahasa Inggris, berarti dia pintar, berpendidikan, gaul, eksis, dan sebagainya.

Bagi beberapa kalangan Bahasa Inggris memang sangat penting untuk kepentingan atau pekerjaannya. Namun jika melihat dari segi keseharian sosial, banyak masyarakat kita yang bisa dibilang 'over' dalam menggunakannya. Bahasa Indonesia yang seharusnya dijunjung tinggi menjadi "protol" karena disisipi kata/kalimat berbahasa Inggris yang dibuat kacau. EYD yang sudah berkali-kali disempurnakan mengikuti perkembangan zaman dirasa kurang sempurna jika belum disisipi Bahasa Inggris. Dalam keseharian, memang tak perlu bahasa yang baku, cukup bahasa yang komunikatif dan santai. Tapi apakah harus memudarkan kewibawaan Bahasa Indonesia?

Lidah Indonesia (terutama Jawa) memang cukup fleksibel untuk mengucap Bahasa Inggris, tapi belakangan ini logat Indonesia terlalu terkontaminasi logat British, American, Aussie, dll. "Kuminggris" kata orang Jawa. Saya bilang, itu berisik! Lebih baik, kalau Bahasa Indonesia, ya Indonesia saja sekalian, kalau Bahasa Inggris, ya Inggris saja sekalian. :)

Sebagian orang merasa bangga fasih berbahasa Inggris, bahkan sampai mengesampingkan Bahasa Indonesia. Seakan mereka lupa bahwa kita orang Indonesia terlahir dengan memikul janji untuk menjunjung tinggi Bahasa Indonesia. Kita terlalu sibuk les Bahasa Inggris dan sebagainya. Ketika ujian, nilai Bahasa Inggris rata-rata tinggi, bahkan lebih tinggi dari Bahasa Indonesia. Ironisnya, banyak pelajar yang tidak lulus karena nilai Bahasa Indonesia mereka dibawah persyaratan.

Kepedulian dan cinta kita terhadap Bahasa Indonesia patut dipertanyakan. Seberapa Indonesia-kah kita?

Banyak negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Perancis, Belanda, dll, yang sangat mencintai bahasa nasional mereka. Sebagian besar masyarakat mereka lebih suka bercakap dengan bahasa mereka walaupun dengan warga negara asing. Mereka lebih menghargai orang yang berbicara dengan bahasa mereka dan enggan menggunakan bahasa internasional. Bukan karena mereka tidak bisa Bahasa Inggris, tapi karena mereka mencintai bahasa mereka. Hingga mereka membuat tes semacam TOEFL dll dalam bahasa mereka sebagai standar berbahasa. Indonesia?

Namun sungguh ironis, WNA yang datang ke Indonesia berbondong-bondong mempelajari Bahasa Indonesia. Tak jarang dari mereka yang bahkan lebih fasih berbahasa Indonesia dari pada pribumi sendiri. Mau kita apakan Sumpah Pemuda kelak?

Saya akui tak jarang saya mengobrak-abrik EYD, namun untungnya saya masih diberi kesadaran untuk memperbaiki ucapan-ucapan saya. Bukan karena saya tidak menyukai bahasa asing, saya hanya ingin menghargai, menghormati, dan mencintai Bahasa Indonesia :). Saya sungguh berterima kasih kepada teman-teman SOTW yang selalu membuat saya malu karena kecintaan mereka terhadap bangsanya.

Saya tidak bermaksud menyinggung, hanya mengingatkan (yang mungkin membuat tersinggung :p). Mari kita selamatkan bahasa nasional kita :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...