5/28/11

Energi Terbarukan yang Membuat Gemas

Banyak pertanyaan saya ingin menjadi apa. Kalau saya seorang anak TK atau SD kelas 1, mungkin saya akan langsung menjawab dokter, guru, polwan, atau pekerjaan mulia lain yang sering menjadi panutan anak-anak. Beranjak dewasa, saya mulai mengerti dunia dan cita-cita saya terus berubah. Mulai dari ingin menjadi penulis, artis, musisi, pemain bulu tangkis, arsitek, dll. Dan puncak kebingungan saya tentang masa depan saya ketika berada di bangku SMA. Luntang-lantung!

Semakin dewasa, semakin banyak yang saya pelajari, semakin rumit dunia dirasa. Rasa ingin tahu terhadap banyak hal membuat saya tidak fokus dan mempunyai banyak pilihan. Sampai suatu ketika, saya melihat sebuah film tentang nuklir yang menayangkan baik-buruknya untuk kehidupan. Saat itu yang menyadari hal yang paling krusial di dunia ini adalah ENERGI. Langsung teringat dalam pikiran saya, banyak orang berlomba-lomba membuat energi alternatif, kakak sepupu saya pun pernah memenangkan karya tulis ilmiah tingkat nasional dengan penemuan minyak nyamplung (senggol mas Aditya Prabhaswara).

sumber: techno.okezone.com
Sempat terbersit untuk memilih teknik nuklir ketika kuliah. Namun beberapa bulan kemudian, saya mengurungkan niat karena saya pikir bekerja di bidang nuklir-nukliran terlalu berisiko. Akhirnya saya mencari tahu prodi lain yang masih berhubungan dengan energi. Sempat melirik pertambangan, namun saya merasa belum siap mental. Sampai akhirnya saya menemukan kata "Energi Terbarukan" dalam daftar SKS Fisika Teknik. Yosh! Langsung mantap setelah mencari tahu sana-sini tentang Fistek, walaupun peminatnya bisa dibilang sedikit dan sering menjadi prodi cadangan calon mahasiswa ketika mendaftar kuliah. Tapi justru itu keuntungannya, peminat sedikit, lulusan terbatas, tapi SEBETULNYA sangat dibutuhkan.

Mungkin sebagian orang Indonesia masih asing dengan Fisika Teknik/Teknik Fisika ini, tapi ternyata di luar negeri Engineering Phisycs atau Engineering Science ini sangat diminati. Banyak orang Indonesia yang menyepelekan prodi ini, entah kenapa. Banyak yang meragukan prospek kerjanya. Padahal, tak sedikit artikel yang mengungkap perlunya lulusan Fistek ini, karena yang dipelajari sangat luas. Oke, mungkin karena lingkupnya yang terlalu luas atau kurang spesifik itu orang ragu, tapi kalau kita niat, semua pendidikan yang kita peroleh itu akan membuahkan hasil kok. Tidak ada pendidikan yang percuma. Lihat saja ibu Karen Agustiawan, dia lulusan Teknik Fisika ITB dan sukses menjadi direktur utama Pertamina.

Kembali ke Energi Terbarukan. Suatu hari saya tergelitik membaca artikel di detik.com tentang sangat perlunya pengembangan energi terbarukan. Saya teliti, pada tahun ajaran itu, peminat Fistek meningkat drastis! Saya baca sana-sini, kebanyakan karena tertarik mempelajari energi terbarukan. Antara senang karena sudah banyak orang menyadarinya, tapi juga kecewa karena artinya saingan saya akan semakin banyak.

Kelas XII kemarin-lah waktu dimana saya fokus dengan energi terbarukan. Belum praktik, masih sekedar teori yang saya pelajari. Semakin dalam saya pelajari, semakin yakin bahwa itulah passion saya. Saya semakin senang ketika melihat iklan Pertamina yang bekerja sama dengan PLN mengajak kita semua untuk mengembangkan energi terbarukan.

Saya rekomendasikan web ini bagi yang ingin mendalami energi terbarukan. Web itulah yang menjadi pedoman saya ketika ujian praktik sekolah beberapa bulan lalu. :)

Mari mengembangkan Energi Terbarukan :)

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...