6/2/12

Tukang Promosi? Asyik Tau! :D

Teman-teman yang lingkup aktivitasnya searea dengan saya sering mempertanyakan perihal hobby saya yang sering mempromosikan berbagai hal. Sebenaranya latar belakangnya simpel saja, saya hanya ingin orang lain juga menikmati apa yang saya nikmati. Menyoal opini saya yang sering berbau promosi, itu hanya bentuk dari keterkesanan saya. Semakin membuat saya terkesan, akan semakin jelas pula bentuk promosinya, walau pun keterkesanan saya kadang sangat subjektif :p

src: http://rizqisme.wordpress.com/
Lalu seseorang pernah bertanya, "Apa sih yang kamu dapet?"
Hmm... sama sekali tak terpikirkan, karena hal ini saya lakukan benar-benar atas dasar ingin berbagi opini.  Mendapat feedback positif dari orang lain saja sudah membuat saya sangat senang.

Tapi pertanyaan itu membuat saya merenungkannya lebih dalam lagi, untuk apa melakukan hal yang kata orang boros energi dan kadang malah membuat orang lain sebal.

1. Social interaction.

Secara on atau offline, hal yang sering saya lakukan ini (tanpa saya sadari) juga merupakan bentuk interaksi bersosial. Kecakapan kita seolah diuji dan dinilai dengan terpengaruh atau tidaknya orang lain dengan ucapan kita.

Walaupun kadang sering dicap "menyebalkan" karena "mengusik ketenangan" orang-orang ketika saya berkali-kali menggemborkan suatu produk atau tempat, tapi saya menikmati itu.  Tapi tentu saja setelah teman-teman saya "klimaks" saya akan kembali mingkem :D

2. Membangun link.

Tak jarang hobby saya yang satu ini membuat saya dikenal orang penting yang ada di balik produk tersebut. Kadang sampai disuruh mereview dan mengiklankannya lagi, yah walau pun tidak dibayar :p
Tapi paling tidak, ada simbiosis yang telah (dan akan) tercipta. Sering lho saya dapat gratisan/diskonan harga teman :D

Hal ini juga menguntungkan saya dalam mempromosikan dan memasarkan produk bisnis saya sendiri. Kadang sampai diberi bantuan/saran ketika ada yang mengganjal dalam bisnis saya :D


3. Mengukuhkan eksistensi.

Bukan berarti hal ini saya lakukan untuk "sok ngeksis", sama sekali tidak, karena dampak ini juga saya alami tanpa sadar. Selalu, setelah saya membicarakan (kadang tanpa ada unsur promosi sedikit pun) suatu hal, teman-teman saya sering membicarakan hal itu juga ke lingkup yang lebih luas dengan kalimat pengantar "Kata Yayas ini lho...", "Kata Yayas itu lho...", yak,  sebagai bonusnya saya semakin dikenal oleh orang-orang, walau pun tanpa harus berinteraksi secara langsung.

Hahaha... cocok sekali ya untuk ikut MLM :D
Ah, tapi saya tidak tertarik hal begituan. Pernah sih daftar MLM, tapi karena hanya ingin mendapat diskon saja. Malah tidak pernah saya promosikan produk MLMnya, dan sekarang entah kemana katalog-katalog MLM itu :D

Jadi, masih menganggap tukang promosi itu hanya sebagai kebawelan belaka? Renungkan dulu hal positifnya...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...