7/19/13

Mengembara di Tana Samawa Part 1

Hola... Sekarang saya mau berbagi cerita tentang Tamase, tujuan pertama yang saya kunjungi di Sumbawa kali ini. Siapa sangka, ternyata bapak diberi amanah oleh Wakil Gubernur NTB, Bapak Badrul Munir (BM), untuk membantu mengelola agro wisata beliau. Semoga bapak bisa mengemban amanah ini sebaik-baiknya :)

Tamase terletak di Desa Jurumapin, Kecamatan Buer. Tak jauh dari rumah saya yang terletak di Kecamatan Alas. Dalam perjalanan itu bapak banyak bercerita tentang masa kecil beliau sambil menunjuk-nunjuk tempat menarik atau berkesan yang kami lewati. 

Sebagai anak yang terlalu lama melihat pemandangan Jawa, saya hanya bisa terkagum-kagum melihat sapi-sapi, kerbau-kerbau, kuda-kuda, atau kambing-kambing dilepas begitu saja di pinggir jalan atau tanah lapang tanpa dikandangi atau minimal diikat oleh pemiliknya. Tanpa takut kehilangan! Yang lebih membuat saya tercengang lagi, satu pemilik bisa sampai mempunyai belasan atau puluhan ternak! Dan mereka bisa saja tercampur baur dengan ternak milik orang lain. Tapi, kata bapak, tidak ada ada pemilik yang mengeluh kecurian ternak... Dalam hati saya bergumam, begitu tingginya rasa kepercayaan warga Sumbawa satu sama lain... Kalau tradisi seperti ini diimplementasikan di Jawa, apa jadinya? :D

Sebagian besar jalan yang kami lewati adalah pinggiran pantai. Maklum saja, Alas memang terletak di pinggir pantai. Dari jalan utama Pulau Sumbawa ini saya melihat hamparan Selat Alas yang kaya akan hasil lautnya. Yang menarik adalah sumur air tawar yang sebenarnya kanan kirinya digenangi air laut... Sempat mau berhenti tapi karena jalanan berdebu akibat pembangunan jalan, akhirnya kami berlalu saja.

Untuk menuju lembah Tamase, kami harus melewati jalan perbukitan yang masih buruk, belum diaspal dengan rata. Memasuki Desa Jurumapin, saya tersenyum melihat di pemandangan hamparan hijau begini, rumah-rumah di desa ini warna-warni :D

Sesampainya di Tamase, saya melihat tempat ini masih dalam proses pembangunan. Ada beberapa tukang yang sedang membuat lapangan sepak takraw (orang Sumbawa jago-jago sepak takraw) dan kolam buatan. Kata bapak, di tempat ini akan diadakan Festival Tamase. Beliau merupakan salah satu panitianya.

Selidik punya selidik, ternyata orang-orang di sini memanggil bapak dengan sebutan 'Abah', seperti nama FB beliau :D ada ada saja...

Pelataran Agro Wisata Tamase



Kalau dilihat-lihat dari foto, kawasan lembah ini panas ya.. Ya memang panas, seakan tandus... tapi kata Abah, sebenarnya tempat ini merupakan kawasan mata air. Mengeruk tanah satu meter saja sudah ada airnya. Tapi karena kandungan air dalam tanah terlalu tinggi, akar tanaman cepat membusuk. Saya sendiri sampai tergelitik untuk ikut berpikir ketika Abah dan para pengelola bingung tanaman atau pohon apa yang akan dicoba ditanam. Mereka telah mencoba banyak tanaman untuk ditanam. Ada yang tidak cocok dengan kandungan airnya, ada pula yang tidak cocok dengan kecepatan angin di kawasan ini... Ironis memang... di tempat kaya air tapi malah terlihat gersang seperti ini.




Sebenarnya Pulau Lombok terlihat sedikit

Oh iya, ini foto-foto penyeberangan saya kemarin... Semuanya di Selat Lombok. Sayangnya waktu saya nyebrang Selat Alas malam hari, jadi males foto-foto, padahal birunya lebih wow lagi. Insya Allah besok pas saya pulang nyebrang Selat Alasnya siang, nantikan foto-fotonya :)

Birunya bikin pengen nyebur ya :)


karena kapalnya goyang-goyang jadi ga bisa fokus





No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...